Pernahkah Anda berada berpikir tentang apakah pasangan benar – benar cinta atau pelarian saja? Perasaan seperti ini meskipun sangat umum tentu saja sangat mengganggu pikiran dan mood.
Karena bagaimanapun juga akan muncul amarah tersendiri ketika mengetahui bahwa orang yang Anda cintai masih memikirkan orang di masa lalunya. Memang benar bahwa kita tidak pernah bisa mengontrol perasaan orang lain.
Apa yang mereka pikirkan dan rasakan juga tidak akan kita ketahui jika mereka tidak mengatakannya. Namun dalam sebuah hubungan memang sebaiknya tidak ada rahasia dan semua hal harus dikomunikasikan bersama pasangan agar dapat memahami satu sama lain.
Pura – Pura Cinta, Padahal Cinta Lama Masih Terasa

Percintaan merupakan sebuah hubungan yang menyatukan dua hati. Di mana seharusnya keduanya saling menyayangi dan saling menghargai. Artinya antara kedua belah pihak harus ada imbal balik, perasaan yang bukan hanya sebelah.
Karena sebenarnya relationship merupakan sebuah tim, di mana antara pria dan wanita harus saling bekerja sama dalam menyelesaikan hal apapun. Karena jika hanya salah satu pihak saja yang dominan, maka tentu hubungan tersebut menjadi kurang sehat.
Sebagai contohnya adalah tentang rebound relationship di mana salah satu pihak hanya menjadikan pasangannya sebagai pelampiasan saja. Artinya hati dan pikirannya masih memiliki ikatan masa lalu, namun juga menjalani hubungan bersama orang baru dalam keadaan belum move on.
Lalu kira – kira faktor apa sajakah yang bisa menyebabkan seseorang rebound relationship hingga membuat pasangannya berpikir apakah cinta atau pelarian saja?
1. Menganggap Jomblo Adalah Aib
Faktor pertama adalah mindset yang mengatakan bahwa status jomblo itu memalukan. Sehingga salah satu alternatif untuk mengatasinya adalah dengan cara segera mencari pacar baru walaupun belum lama putus. Ia akan buru – buru mencari seseorang untuk dijadikan sebagai pendamping karena tidak mau dicap sebagai jomblo.
2. Haus Akan Validasi
Berikutnya adalah mengenai validasi. Beberapa orang terkadang memiliki sifat haus validasi atau pengakuan. Terutama diakui bahwa dirinya selalu mudah mendapatkan pasangan baru.
Walaupun mungkin ketika menjalani hubungan tersebut belum atau bahkan sama sekali tidak memiliki perasaan apapun terhadap pasangan barunya tersebut. Hanya butuh diakui sudah memiliki pasangan. Namun meskipun begitu masih banyak yang belum menyadari tentang perbedaan antara cinta atau pelarian saja.
3. Ingin Membalas Dendam
Tidak semua orang ketika putus hubungan dengan kekasihnya bisa langsung move on. Tidak sedikit yang butuh proses dan waktu panjang untuk menerima kenyataan serta berdamai dengan situasi tersebut.
Bahkan tidak jarang di mana seseorang mencari pacar baru hanya untuk membalas dendam kepada mantannya. Ingin menunjukkan bahwa tidak butuh waktu lama untuk menggantikan posisi mantan.
4. Mengisi Kekosongan
Alasan lainnya adalah untuk mengisi kekosongan. Terkadang ada beberapa orang yang memang tidak bisa sendiri. Harus memiliki pacar sebagai orang terdekat setelah keluarga dan teman.
Posisi mantan pacar setelah putus menjadi kosong. Sehingga agar tidak terasa hampa, maka buru – buru mencari pasangan baru agar posisi pacar segera terisi.
Cara Mudah Membedakan antara Cinta atau Pelarian Saja
Siapapun pasti tidak ingin hanya sekedar dijadikan sebagai bahan pelampiasan. Karena dalam sebuah hubungan pasti selalu menginginkan adanya feedback dari pasangannya. Untuk itu, agar Anda bisa membedakan apakah pacar Anda benar-benar cinta atau hanya pelarian saja maka perhatikan beberapa cirinya berikut ini.
1. Masih Selalu Membahas Mantan
Tanda cinta atau pelarian saja pertama jika Anda hanya dijadikan sebagai pelampiasan adalah melihat topic pembicaraan yang sering doi bahas. Dunia doi akan selalu berputar tentang mantan pacarnya dan masih hobi membahas mantan didepan Anda.
Bahkan apapun selalu dikaitkan dengan masa lalu. Hal ini karena alam bawah sadarnya memang masih ada perasaan yang belum selesai sehingga tanpa sadar selalu dibicarakan secara terus – menerus.
2. Suka Menyimpan Rahasia
Ciri cinta atau pelarian saja berikutnya adalah dilihat dari kebiasaannya. Jika pasangan Anda masih tidak terlalu terbuka dengan perasaan atau kehidupan pribadinya, maka sudah sewajarnya Anda curiga.
Anda sebagai kekasihnya namun masih tidak tahu banyak tentang kehidupan pribadinya. Ada banyak rahasia yang tidak diceritakan kepada Anda.
3. Datang dan Pergi Sesuka Hati
Jika memang cinta, maka sudah pasti akan selalu ingin bersama. Sekalipun sangat sibuk, maka akan berusaha untuk meluangkan waktu agar bisa menghabiskan waktu berdua.
Namun hal ini tidak berlaku jika doi hanya menganggap Anda sebatas pelampiasan. Karena biasanya hanya akan datang kepada Anda jika sedang butuh saja. Selebihnya akan menghilang sesuka hati tanpa memperdulikan bagaimana perasaan Anda sebagai pasangan.
4. Anda Tidak Mengenal Lingkungan Terdekatnya
Setelah berpacaran, apakah Anda pernah dikenalkan dengan circle terdekatnya seperti keluarga dan teman? Pernah Anda dibawa untuk berkenalan dan bertemu? Jika tidak sama sekali maka hubungan Anda perlu dipertanyakan lagi. Apakah memang cinta atau pelarian saja.
5. Malas Membahas Masa Depan
Ketika mencintai seseorang pasti tidak akan ragu membahas rencana masa depan. Bahkan tidak jarang membuat rencana bersama ke depannya.
Namun berbeda jika pacaran hanya sebatas status. Doi tidak pernah membahas sedikitpun tentang akan seperti apa masa depan hubungan kalian berdua. Karena dihatinya masih ada masa lalu yang sulit dilupakan.
6. Perasaan Anda Bukan Prioritas
Terakhir lihat bagaimana cara dia memperlakukan Anda. Apakah menjadikan perasaan Anda sebagai prioritas atau malah minoritas.
Jika doi tidak bisa menghargai perasaan Anda sebagai pasangan dan bahkan cenderung tidak perduli, maka patut untuk curiga dengan ketulusan yang dia tunjukkan. Sudah sewajarnya mempertanyakan apakah memang cinta atau pelarian saja.
